Auto
Tokenisasi aset
Bybit Indonesia melihat tokenisasi membuka babak baru aset digital
CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha melihat tokenisasi memperluas cakupan aset digital, dari perdagangan kripto menuju emas, obligasi, dan saham yang direpresentasikan dalam token. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan Suara.com pada 2 September 2026.
Menurut Lawrence, perkembangan itu semakin mempertemukan pasar kripto dengan instrumen keuangan lainnya. Token dapat mewakili hak atas aset yang sudah dikenal investor, sementara pencatatan dan perpindahannya menggunakan jaringan blockchain.
Lawrence juga menyoroti penggunaan stablecoin seperti USDT dan USDC. Token yang mengikuti nilai dolar ini digunakan untuk memindahkan nilai dalam jaringan kripto. Fungsinya berbeda dari token yang mewakili emas atau kepemilikan dalam produk investasi, meskipun keduanya dapat digunakan dalam layanan digital yang saling terhubung.
Arah perkembangan tersebut dikaitkan dengan upaya Bybit menjadi platform keuangan yang lebih luas. Perusahaan melihat peluang untuk menghubungkan kebutuhan transaksi dan investasi dalam layanan yang digunakan sehari-hari. Jenis produk yang tersedia bagi pengguna tetap bergantung pada penawaran dan ketentuan platform di masing-masing wilayah.