Auto
PANDUAN DANA KRIPTO
Sibuk mengurus usaha.
Tetap bisa berinvestasi kripto.
Toko bangunan keluarga itu sudah bertahun-tahun dikelola Pak Arif. Paginya diisi urusan stok, pesanan proyek, dan jadwal pengiriman. Di tengah kesibukan itu, ia mulai tertarik pada Bitcoin.
Pak Arif adalah tokoh fiktif dalam cerita ini.


01 MULAI PENASARAN
Bitcoin, di sela obrolan sore.
Sore itu, setelah pengiriman terakhir berangkat, keponakannya mampir ke toko. Sambil minum teh, ia bercerita tentang Bitcoin dan menunjukkan grafik di ponselnya. Pak Arif jadi ingat beberapa temannya yang juga mulai membicarakan kripto.
Ia mulai mengenal Bitcoin sebagai aset digital yang digunakan orang di berbagai negara. Transaksinya tercatat di blockchain, catatan bersama yang diperiksa oleh jaringan komputer.
Obrolan berlanjut ke Ether (ETH) dari jaringan Ethereum dan berbagai altcoin, sebutan untuk aset kripto selain Bitcoin. Pak Arif mulai membayangkan memiliki sebagian aset itu juga.
02 WAKTU YANG TERBATAS
Tertarik, tapi toko
harus tetap jalan.
Keponakannya betah mempelajari grafik dan mencari waktu untuk jual-beli, atau trading. Pak Arif membayangkan melakukannya di sela pekerjaan. Baru membuka ponsel, stafnya sudah datang menanyakan pesanan untuk proyek besok.
Pak Arif tetap ingin berinvestasi. Untuk memilih aset dan mengelola portofolio, ia lebih nyaman mendapat bantuan pengelola profesional.
“Pesanan harus beres, pengiriman jangan sampai terlambat. Kapan sempat memantau grafik?”
Pak Arif
- PAGIPeriksa stok
- SIANGUrus pesanan
- SOREAtur pengiriman
03 MENGENAL DANA KRIPTO
Investasi kripto,
ada yang mengelola.
Dari situlah Pak Arif mengenal Dana Kripto. Ia memilih produk yang sesuai dengan rencananya, lalu Manajer Dana Kripto menangani pengelolaan portofolio. Ia tetap bisa mengurus toko tanpa harus mengikuti setiap pergerakan harga.
Pak Arif
Memilih produk dan
menentukan modal investasi.
Dana Kripto

- Bitcoin
- Ether (ETH)
- SOL
Investasi Pak Arif tercatat dalam bentuk Unit Kripto. Setiap unit menunjukkan bagian kepemilikannya dalam Dana Kripto. Nilai tiap unitnya bisa ia ikuti melalui Nilai Aset Bersih Dana Kripto (NABDK) per Unit Kripto.
Laporan berkala membantunya mengikuti perkembangan portofolio, termasuk saat nilai investasinya naik atau turun. Ia tetap tahu bagaimana investasinya berjalan sambil memberi perhatian pada tokonya.
04 MEMILIH DENGAN TENANG
Sebelum memilih,
ia mencari tahu.
Seperti saat memilih pemasok untuk toko, Pak Arif ingin tahu dengan siapa ia bekerja. Ia membaca profil pengelola dan informasi produk sebelum menentukan pilihan.
Rekam jejak pengelola.
Pak Arif mencari tahu pengalaman perusahaan dalam mengelola investasi. Ia memilih pengelola dengan rekam jejak yang baik dan memeriksa statusnya melalui informasi resmi OJK.
Pilihan aset dan strategi.
Ia mengenali aset yang akan dibeli dan cara pengelola menyusun portofolio. Pilihannya jatuh pada produk yang sesuai dengan rencana investasi dan risiko yang siap ia hadapi.
Biaya dan layanan.
Informasi produk dari pengelola membantunya memahami biaya pembelian dan penjualan kembali Unit Kripto, termasuk jadwal transaksi dan pencairannya. Untuk hal yang belum jelas, ia bisa langsung bertanya kepada tim layanan pengelola.
Kenali istilah biayanya
Produk dapat mengenakan Biaya Pembelian Unit Kripto (subscription fee) saat membeli serta Biaya Penjualan Kembali Unit Kripto (redemption fee) saat menjual kembali. Penerapan dan besarannya mengikuti ketentuan produk.
KEMBALI KE TOKO
Besok, toko buka lagi.
Portofolionya ada yang mengurus.
Pagi berikutnya, Pak Arif kembali memeriksa pesanan bersama timnya. Ia bisa menekuni usaha keluarga sambil mengikuti perkembangan investasi lewat laporan pengelola.
Coba cek simulasi Dana Kripto





