Langsung ke konten

MULAI DI SINI

Apa itu Dana Kripto?

Dana Kripto adalah produk investasi dengan portofolio aset keuangan digital yang dikelola oleh Manajer Dana Kripto. Investor memilih produk, pengelola menjalankan strategi investasinya.

Isi panduan

Ketertarikan pada Bitcoin bisa menjadi awal seseorang mengenal investasi kripto. Setelah itu, ada keputusan tentang aset yang ingin dibeli dan cara mengelolanya. Dana Kripto memberi pilihan untuk menyerahkan pekerjaan pengelolaan tersebut kepada profesional.

Uang dari para investor dikelola bersama untuk membeli aset sesuai strategi produk. Kumpulan aset itu disebut portofolio. Isinya bisa mencakup Bitcoin, Ether (ETH) dari jaringan Ethereum, atau aset keuangan digital lain yang diperbolehkan dalam kebijakan investasi.

Dari modal menjadi Unit Kripto.

Investor memulai dengan memilih produk dan menentukan jumlah uang yang akan diinvestasikan. Sebagai tanda kepemilikannya, ia memperoleh Unit Kripto. Setiap unit menunjukkan bagian yang dimilikinya dalam produk Dana Kripto.

Pengelola kemudian menentukan porsi aset dan menjalankan transaksi. Dengan pembagian tugas ini, investor dapat mengikuti perkembangan portofolio lewat laporan tanpa harus membeli atau menjual setiap koin sendiri.

Cara kerja Dana KriptoAnda memilih produk.
Pengelola mengurus portofolio.
Investor

Memilih produk dan
jumlah investasi.

KEPEMILIKAN ANDAUnit Kripto
Modal investasiUnit Kripto
Portofolio terkelolaDana Kripto

Manajer Dana Kripto memilih aset, mengatur porsi, dan menjalankan transaksi.

Bitcoin, Ether (ETH), dan SOL dari jaringan Solana adalah contoh aset. Isi portofolio mengikuti kebijakan setiap produk.

Membaca perubahan nilai investasi.

Setelah berinvestasi, jumlah Unit Kripto dan nilai tiap unit menjadi dua angka yang perlu dikenal. Jumlah unit menunjukkan seberapa besar kepemilikan investor. Nilai per unit bergerak mengikuti hasil pengelolaan portofolio.

Penghitungan dimulai dari nilai seluruh aset, lalu dikurangi kewajiban produk, termasuk biaya yang masih harus dibayar. Hasilnya disebut Nilai Aset Bersih Dana Kripto (NABDK). Ketika dibagi dengan jumlah Unit Kripto yang beredar, diperoleh NABDK per Unit Kripto (NABDKPU).

Dalam istilah keuangan, nilai aset bersih dikenal sebagai net asset value (NAV). Untuk Dana Kripto, istilah resminya adalah NABDK.

Sebagai contoh, seseorang memiliki 1.000 Unit Kripto dengan nilai Rp1.000 per unit. Investasinya bernilai Rp1.000.000. Bila nilai per unit naik menjadi Rp1.050, nilai kepemilikannya menjadi Rp1.050.000, meski jumlah unit tetap sama.

Membaca nilai investasiUnitnya tetap.
Nilainya ikut bergerak.
1.000Unit Kripto
yang dimiliki
Saat membeli

1.000 × Rp1.000

=Rp1.000.000
Jika nilai per unit naik

1.000 × Rp1.050

=Rp1.050.000

Contoh nilai kepemilikan sebelum biaya transaksi. Nilai per unit juga bisa turun.

Ada pengelola, ada penyimpan aset.

Di balik perubahan nilai itu, Manajer Dana Kripto menjalankan strategi produk. Ia menilai aset yang akan dibeli, menentukan porsinya, lalu menyesuaikan portofolio sesuai kebijakan investasi. Pekerjaan ini dikenal sebagai manajemen Dana Kripto (crypto fund management).

Penyimpanan aset ditangani melalui layanan kustodian (custodian), yaitu pihak yang menjaga aset serta aksesnya. Pembagian peran dan pihak yang terlibat dapat ditemukan dalam dokumen produk. Investor tidak perlu menyiapkan dompet kripto (crypto wallet) pribadi untuk setiap aset dalam portofolio.

Bila ingin menentukan sendiri setiap transaksi, investor juga bisa membeli kripto secara langsung. Pilihan ini memberi keterlibatan yang berbeda dalam mengurus investasi sehari-hari.

Terasa akrab bagi pemilik Reksa Dana.

Pemilik Reksa Dana sudah mengenal pembagian tugas serupa. Mereka memegang unit penyertaan, sementara Manajer Investasi mengelola portofolionya. Pada Dana Kripto, satuan kepemilikannya disebut Unit Kripto dan pengelolanya adalah Manajer Dana Kripto.

Jenis asetnya membawa perbedaan. Reksa Dana dapat berisi saham, obligasi, atau deposito. Dana Kripto menjangkau aset keuangan digital, termasuk kripto. Perkembangan tokenisasi aset dunia nyata (tokenized real world asset) juga membuka kemungkinan emas dan instrumen keuangan hadir dalam bentuk token digital.

Di luar negeri, dana investasi kripto dikenal sebagai crypto fund. Di Amerika Serikat, pengelola seperti Bitwise menawarkan produk yang berfokus pada satu aset maupun beberapa aset sekaligus. Gambaran ini menunjukkan bahwa strategi dana investasi kripto bisa beragam.

Mengenali produk sebelum memilih.

Untuk memahami satu produk, investor dapat memulai dari prospektus, dokumen yang menjelaskan cara dana akan dikelola. Di sana tercantum pilihan aset, biaya, dan aturan pencairan. Laporan portofolio kemudian memperlihatkan aset yang benar-benar dipegang serta perkembangan nilainya.

Isi portofolio ikut menentukan risiko yang dihadapi investor. Produk yang banyak memegang Bitcoin, misalnya, akan lebih terpengaruh oleh perubahan harga Bitcoin. Kemiripan cara kerja dengan Reksa Dana juga tidak menyamakan ketentuan hukum dan perlindungan investornya.