Langsung ke konten

CAKRAWALA BARU

Tokenisasi RWA:
dari emas ke dana investasi.

Sebatang emas tak perlu keluar dari brankas untuk berpindah pemilik. Hak atasnya bisa berpindah melalui token digital. Konsep yang serupa kini digunakan untuk membawa Reksa Dana Pasar Uang ke dunia blockchain.

Isi panduan

Token adalah bentuk digital yang dapat mewakili hak atas sebuah aset. Penerbit menghubungkan token dengan aset tersebut, sementara perpindahannya dicatat di blockchain, jaringan pencatatan digital bersama. Proses ini disebut tokenisasi aset dunia nyata (tokenized real world asset), atau RWA.

Bitcoin lahir di dalam jaringan blockchain. Token RWA mewakili aset atau hak yang ada di luar jaringan itu. Bagi dunia investasi, hubungan tersebut membuka kemungkinan memperdagangkan dan mengelola aset yang sudah lama dikenal melalui teknologi baru.

Dari brankas ke dompet digital.

Contohnya Pax Gold (PAXG), token berbasis emas (tokenized gold) terbitan Paxos. Setiap token mewakili sekitar 31,1 gram emas murni, setara satu troy ounce, yang disimpan di brankas profesional di London. Pemegangnya dapat menelusuri informasi emas yang dialokasikan, termasuk nomor seri batangannya.

Emasnya tetap berada di tempat penyimpanan. Yang bergerak melalui blockchain adalah token yang mewakili hak atas emas tersebut.

Dari emas ke tokenAsetnya nyata.
Hak atasnya tercatat digital.
  1. 01
    Emas disimpan

    Penyedia penyimpanan menjaga emas fisiknya.

  2. 02
    Token diterbitkan

    Token mewakili hak atas emas tersebut.

  3. 03
    Kepemilikan dicatat

    Perpindahan token tercatat pada blockchain.

Hak di balik token dapat berbeda. Ada token yang memberikan kepemilikan atas aset, ada pula yang memberi hak untuk menerima aset atau pembayaran dari penerbit. Karena itu, dua token yang sama-sama mengacu pada emas belum tentu memberi hak yang sama.

Reksa Dana Pasar Uang pun punya token.

Tokenisasi juga sudah menyentuh industri pengelolaan investasi. Di Amerika Serikat, Franklin Templeton mengelola Franklin OnChain U.S. Government Money Fund (FOBXX). Kepemilikan dalam dana ini dibagi menjadi saham. Satu token BENJI mewakili satu saham kepemilikan, yang dicatat melalui sistem Benji dengan teknologi blockchain.

Portofolionya berisi antara lain surat berharga pemerintah AS dan kas. Hasil investasi berasal dari pengelolaan aset-aset itu. Token menjadi bentuk kepemilikan investor atas dana, sementara pengelola tetap menjalankan portofolionya.

Model ini dikenal sebagai Reksa Dana Pasar Uang berbentuk token (tokenized money market fund). Kepemilikan dana memberi hak atas hasil pengelolaan. Sementara itu, stablecoin dolar adalah token yang dirancang mengikuti nilai dolar AS. Keduanya menawarkan cara yang berbeda untuk menggunakan dolar di dunia digital.

Perkembangannya di Indonesia.

Di Indonesia, hubungan antara token dan aset fisik juga mulai dibangun. Dalam laporan Juli 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyelenggara tokenisasi emas bekerja sama dengan perusahaan pergadaian untuk menyimpan emas yang mendasari token.

Kerja sama tersebut memperlihatkan bahwa tokenisasi tetap membutuhkan pihak yang menjaga aset fisiknya. Melalui ruang uji coba atau sandbox, OJK menguji bagaimana model usaha baru seperti ini berjalan.

Pilihan aset baru bagi Dana Kripto.

Bagi Dana Kripto, tokenisasi membuka kemungkinan portofolio yang lebih beragam. Selain aset kripto, pengelola dapat mempertimbangkan token berbasis emas atau kepemilikan Reksa Dana Pasar Uang, sepanjang sesuai kebijakan investasi, akses produk, dan aturan yang berlaku.

Bayangkan sebuah produk Dana Kripto menempatkan sebagian portofolionya pada token emas. Investor memperoleh Unit Kripto sebagai bagian kepemilikan dalam produk tersebut. Pengelolalah yang memilih dan membeli token emas untuk portofolio. Dana yang berfokus pada aset-aset hasil tokenisasi dikenal sebagai RWA fund.

Nilainya tetap berangkat dari aset.

Sumber nilai setiap produk bergantung pada aset dasar (underlying asset). Harga emas menjadi acuan nilai token emas. Pada Reksa Dana Pasar Uang, hasilnya berasal dari pengelolaan instrumen keuangan seperti surat utang berjangka pendek.

Bentuk digital membawa cara baru untuk memiliki dan memindahkan investasi. Keamanan penyimpanan, kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya, serta kemudahan menjual token tetap memengaruhi risiko investasi. Harga token pun bisa menyimpang dari nilai aset acuannya ketika pasar sulit mempertemukan pembeli dan penjual.