Langsung ke konten

PILIHAN INVESTASI

Beli kripto sendiri
atau Dana Kripto?

Membeli kripto sendiri artinya investor memiliki kendali penuh atas pilihan aset dan waktu transaksi. Melalui Dana Kripto, investor dibantu oleh Manajer Dana Kripto, pihak profesional yang mengurus portofolio.

Isi panduan

Pasar kripto tetap berjalan ketika rapat belum selesai atau toko sedang ramai. Ada investor yang menikmati waktu untuk membaca berita dan menyusun strategi. Ada pula yang ingin berinvestasi, sambil tetap memberi perhatian penuh pada pekerjaan dan keluarga.

Memilih sekaligus mengelola.

Investor yang membeli sendiri bisa berfokus pada Bitcoin atau membagi modalnya ke Ether (ETH) dari jaringan Ethereum dan SOL dari jaringan Solana. Ia menentukan kapan membeli, berapa banyak yang disimpan, dan kapan menjual. Ketika harga berubah, keputusan berikutnya pun ada di tangannya.

Pilihan ini tidak harus berarti aktif berdagang setiap hari. Ada strategi beli dan simpan (buy and hold), ada pula pembelian bertahap. Seberapa sering portofolio diperiksa mengikuti strategi yang dipilih.

Melalui Dana Kripto, investor memilih produk dan menentukan modalnya. Manajer Dana Kripto kemudian menjalankan strategi dalam batas kebijakan investasi produk. Pekerjaan memilih aset dan mengatur transaksi beralih kepada pengelola.

“Kami melihat banyak masyarakat yang sebenarnya ingin berinvestasi di pasar kripto, tapi ragu karena kerumitan teknisnya.”

Vidy Onadi

Vidy Onadi

Direktur PT Dana Kripto Indonesia

NOBI ·

Koin yang dibeli, portofolio yang dimiliki.

Saat membeli Bitcoin, investor memiliki sejumlah koin dengan kode BTC. Pada Dana Kripto, kepemilikannya tercatat dalam Unit Kripto. Setiap unit mewakili bagian dari portofolio, yaitu kumpulan aset yang dikelola dalam produk tersebut.

Dua cara berinvestasiApa yang ada
dalam genggaman Anda?
Beli kripto sendiriAset pilihan Anda

Anda memilih koin, menentukan jumlah, dan menjalankan transaksinya.

Anda menjalankan strategi
Melalui Dana KriptoBagian dari portofolio

Anda memiliki Unit Kripto. Pengelola mengatur aset di dalam produk.

Pengelola menjalankan strategi

Dua investasi yang sama-sama memegang Bitcoin bisa memberi hasil berbeda. Jika seluruh modal dipakai membeli Bitcoin, pergerakan harganya menentukan perubahan nilai aset tersebut. Jika Bitcoin hanya mengisi sebagian portofolio, aset lainnya ikut menentukan hasil keseluruhan.

Waktu transaksi juga berpengaruh. Pengelola bisa mengubah porsi aset sesuai strategi produk, sehingga hasilnya dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada membeli lalu menyimpan Bitcoin. Isi portofolio dan keputusan pengelola membantu menjelaskan perbedaan itu.

Ada urusan penyimpanan di balik transaksi.

Setelah membeli kripto, investor dapat memakai layanan penyimpanan dari platform atau mengelola dompet pribadi. Menitipkan aset ke platform tidak berarti menyerahkan keputusan investasinya. Investor tetap memilih apa yang dibeli dan dijual.

Pada penyimpanan mandiri (self-custody), investor memakai dompet kripto pribadi dan menjaga sendiri kunci aksesnya. Kunci digital ini digunakan untuk menyetujui transaksi. Investor.gov menjelaskan bahwa kehilangan kunci akses dapat membuat aset tak lagi bisa digunakan.

Pada Dana Kripto, penyimpanan menjadi bagian dari layanan produk. Dokumen produk menjelaskan pihak yang menyimpan dan mengamankan asetnya. Pengelolaan investasi dan penyimpanan memiliki tugas berbeda, meski keduanya mendukung portofolio yang sama.

Biaya ikut menentukan hasil yang diterima.

Membeli sendiri dapat melibatkan biaya transaksi dan selisih harga beli dengan harga jual. Memindahkan koin ke dompet lain juga bisa menimbulkan biaya transfer. Frekuensi transaksi ikut menentukan akumulasi biaya tersebut.

Dana Kripto mengenakan biaya untuk layanan pengelolaannya. Produk juga dapat mengenakan Biaya Pembelian Unit Kripto (subscription fee) serta Biaya Penjualan Kembali Unit Kripto (redemption fee). Jenis dan besarannya mengikuti ketentuan masing-masing produk.

Karena itu, perbandingan hasil perlu memakai modal dan rentang waktu yang sama, setelah memperhitungkan biaya. Kenaikan harga Bitcoin saja belum menunjukkan berapa uang yang akhirnya diterima investor saat menjualnya.

Waktu pencairan pun perlu masuk hitungan. Penjualan kembali Unit Kripto mengikuti jadwal dan prosedur produk. Informasi ini membantu investor mencocokkan investasi dengan rencana penggunaan dananya.

Menyesuaikan investasi dengan keseharian.

Mengelola sendiri memberi ruang bagi investor yang ingin menjalankan idenya dan menikmati proses riset. Melalui Dana Kripto, pekerjaan riset dan transaksi diserahkan kepada profesional. Investor tetap memilih pengelola dan mengikuti perkembangan investasinya lewat laporan portofolio.

Untuk melihat perbandingannya dalam angka, coba cek simulasi Dana Kripto. Masukkan nominal pilihan, lalu bandingkan hasil historis satu produk Dana Kripto dengan Bitcoin selama 1, 3, atau 6 bulan. Pilihan untuk menyertakan Biaya Pembelian dan Biaya Penjualan membantu melihat pengaruhnya terhadap hasil.