Auto
Tokenisasi emas
GOIDR dorong penggunaan token emas, dari penukaran fisik hingga rencana gadai
GOIDR, yang sebelumnya bernama GIDR, mengembangkan penggunaan token emas melalui layanan penukaran menjadi emas fisik. CEO Muhammad Yafi membahas layanan tersebut dalam Indonesia Blockchain Week 2026, sebagaimana disampaikan perusahaan pada 29 Agustus 2026.
Menurut GOIDR, satu token mewakili satu gram emas. Pencatatan token berlangsung di jaringan Polygon, sementara emas fisik menjadi aset yang mendasarinya. Hubungan antara jumlah token dan cadangan emas merupakan bagian utama dari cara kerja produk ini.
Perusahaan menerbitkan laporan saldo emas bulanan bersama Pegadaian. Pemegang token dapat menggunakan laporan tersebut untuk melihat cadangan fisik dan membandingkannya dengan token yang beredar. Informasi mengenai cadangan melengkapi catatan transaksi yang tersedia di blockchain.
Penukaran fisik memberi pengguna jalur untuk mengubah kepemilikan digital menjadi emas yang dapat diterima secara langsung, mengikuti ketentuan layanan. GOIDR juga menyampaikan rencana pengembangan fitur gadai bersama mitra institusi agar emas dapat digunakan untuk kebutuhan pembiayaan.
Layanan penukaran dan rencana gadai memiliki tahap pengembangan berbeda. Pada pengumuman tersebut, penukaran fisik telah menjadi penggunaan yang dibahas perusahaan, sedangkan fitur gadai masih merupakan rencana kerja sama yang akan dikembangkan.