Langsung ke konten

Tokenisasi Reksa Dana

Rudiyanto menelaah peran stablecoin dalam tokenisasi Reksa Dana

Rudiyanto menelaah kemungkinan penggunaan stablecoin untuk menyediakan pencairan Reksa Dana Pasar Uang di luar hari kerja. Direktur Panin Asset Management tersebut menulis analisisnya melalui blog pribadi pada 29 Mei 2025, dengan membandingkan proses operasional Reksa Dana dan perkembangan tokenisasi.

Persoalan yang dibahas berawal dari perbedaan waktu layanan. Transaksi di jaringan blockchain dapat berlangsung pada akhir pekan, sementara pencairan aset dalam portofolio Reksa Dana mengikuti proses dan hari kerja instrumen yang mendasarinya.

Dalam skema yang ia gambarkan, investor menerima stablecoin dolar lebih dahulu. Pencairan aset Reksa Dana kemudian diselesaikan pada hari kerja, dan dananya digunakan untuk mengganti likuiditas yang telah diberikan. Mekanisme tersebut membutuhkan pihak yang menalangi dana selama proses pencairan berlangsung.

Rudiyanto melihat biaya penyediaan likuiditas sebagai bagian yang perlu diperhitungkan. Ia juga menyoroti potensi penghematan biaya transfer dolar antarbank ketika pemindahan nilai dilakukan melalui stablecoin.

Dalam gagasan Rudiyanto, layanan akhir pekan bergantung pada kesediaan penyedia likuiditas menunggu pencairan aset pada hari kerja. Ketersediaan dana talangan, lama waktu tunggu, dan biaya yang dikenakan saling berkaitan. Karena itu, kecepatan perpindahan stablecoin perlu dilihat bersama kemampuan layanan menyediakan dana selama proses pencairan berlangsung.